BARANG SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH AKAN MENDAPAT

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

He who opens a school door, closes a prison. ~Victor Hugo

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tujuan pendidikan adalah untuk mengganti pikiran yang kosong menjadi pikiran yang terbuka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pendidikan itu sebuah perhiasan dalam kemakmuran dan tempat bernaung dalam kesengsaraan. (Aristotle)

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tersenyumlah pada sesamamu, ketahuilah bahwa mungkin senyumanmu memiliki arti yg besar bagi mereka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 Mei 2015

AJARAN-AJARAN DALAM TASAWUF

1. PEMBINAAN AKHLAK
             Para shufi memandang ajaran-ajaran Islam dari dua aspek, lahir dan bathin, dengan pendalaman dan
    pengamalan yang menekankan aspek Batin tanpa mengurangi kedisiplinan pengamalan lahir, tanpak jelas 
    pada ajaran-ajaran yang mereka rumuskan dan amalkan.
           Ajaran-ajaran tasawuf  meliputi ajaran-ajaran yang bersifat teoritis sebagai pedoman pengamalan 
    yang bersifat praktis, yang berpusat pada pembinaan Akhlak, guna penyucian jiwa untuk mencapai tujuan
    Ma’rifatullah dan kedekatan diri dengan-Nya, agar dapat berhubungan langsung dengan-nya, sehingga 
    merasa sadar berada di hadirat-Nya yang dirasakan sebagai kenikmatan dan kebahagiaan hakiki.
          Untuk mencapai tujuan tersebut, hanya ada satu jalan, yaitu dengan melalui penyucian jiwa. Allah 
    maha suci, jiwa manusia adalah refleksi Dzat Allah yang maha Suci. Tetapi dalam perjalanan kehidupan  
    di  dunia ini, jiwa manusia terkotori oleh noda, akibat hawa nafsu yang ada didalam diri manusia yang
    cendrung menguasai manusia, bukan dikuasai Manusia.
         Oleh karena itu untuk dapat mencapai Ma’rifatullah dan dekat dengan-Nya, dan dapat menguasai  
     hawa nafsu maka manusia harus mensucikan jiwanya. Dan dalam rangka pembinaan Akhlak serta 
     pengendalian hawa nafsu, para shufi merumuskannya kedalam tiga tahap, yaitu Takhalli, tahalli dan Tajalli

     1. Takhalli
          Berarti pengosongan atau pembersihan dari segala sikap mental yang tidak baik, dan mengosongkan
          diri dari sikap ketergantungan terhadap kelezatan hidup duniawi. Hal ini dapat dicapai dengan jalan 
          menjauhkan diri dari kemaksiatan dalam segala bentuknya dan berusaha melenyapkan hawa nafsu,
          karena hawa nafsu itulah yang menjadi penyebab utama dari segala sifat dan prilaku yang tidak baik. 
          Dalam hal menanamkan rasa benci terhadap kehidupan duniawi dan mematikan hawa nafsu, para 
          shufi membaginya kedalam dua kelompok.
     2.  Kelompok Shufi Moderat berpendapat bahwa, rasa kebencian terhadap kehidupan duniawi cukuplah
          sekedar jangan sampai lupa terhadap Tujuan hidup dan tidak perlu meninggalkan kehidupan duniawi
          sama sekali. Demikian pula dengan pematian hawa nafsu, cukup dengan sekedar dapat menguasainya
          melalui pengaturan disiplin dalam kehidupan. Oleh karena itu kelompok ini selalu bersikap hati-hati
          dalam menjalani hidup dan kehidupan duniawinya.

Selasa, 12 Mei 2015

APLIKASI BELAJAR ILMU TAJWID UNTUK PC/LAPTOP



Al-Qur'an merupakan Kitab Suci Umat Islam di Seluruh Dunia yang wajib dibaca dan dipelajari. serta mengamalkannya adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa terbantahkan lagi. Dan salah satu bentuk mempelajari Al-Qur’an yang wajib diketahui oleh setiap muslim adalah mempelajari bagaimana cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Hal ini bisa kita lakukan dengan mempelajari ilmu yang membahas tentang tatacara membaca Al-Qur'an, yang disebut Ilmu Tajwid.
Dalam proses pembelajaran selama ini, pastinya masih ada kendala-kendala yang menyulitkan seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran dan begitupun tidak semua murid dapat menyerap materi-materi dengan baik dan mudah.
Adapun salah satu faktor yang menyebabkan masalah tersebut yaitu media pembelajaran yang kurang bisa membantu murid-murid dalam memahami materi. Namun Seiring dengan perkembangan teknologi, kini telah tersedia sebuah software yang dapat membantu Guru ataupun Murid dalam mempelajari ilmu tajwid dengan mudah. Terutama bagi pelajar tingkat SD/MI dan SMP yang lebih tertarik dengan pembelajaran visual ataupun audio visual.
Sumber Klik Disini

Rabu, 06 Mei 2015

Cara Setting Menulis Teks Bahasa Arab Microsoft Word Windows 7 Seven



Microsoft word selain bisa digunakan untuk mengetik teks bahasa latin bisa juga digunakan untuk mengetik atau menulis teks bahasa arab. Untuk bisa mengetik atau menulis teks bahasa arab pada Microsoft word yang harus disetting adalah pengaturan bahasa Windows, bukan pada pengaturan microsoft word. Jika kamu pengguna windows 7 seven, kamu bisa melakukan setting bahasa arab dengan mudah, tanpa harus melakukan installasi bahasa arab. Sedangkan untuk pengguna windows xp, harus menyiapkan cd master windows xp dulu.
1.  Kita awali dengan klik tombol start, kemudian klik tombol Control Panel.
2.  Setelah jendela control panel tampil seperti gambar di bawah ini, klik pada Change Keyboard or Other  input methods
3.  Setelah tampil jendela Regional and language, klik Tab (1) Format,  kemudian pada bagian format pilih 
     format bahasa (2) Arabic (saudi arabia) , kemudian klik tombol (3) Apply, lalu klik tombol (4) OK
4.  Setelah bagian bahasa di setting ke bahasa arab, silahkan buka microsoft word, (pada contoh di sini 
     yang digunakan microsoft word 2007, bagi yang menggunakan versi di bawahnya seperti microsoft word 
     2003 silahkan dicoba).  Untuk memulai menggunakan teks bahasa arab, klik icon Text Direction kanan
    seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.  Setelah kamu klik text direction kanan, otomatis 
    posisi kursor akan berada di sebelah kanan (karena menulis arab diawali dari sisi kanan), dan teks akan 
    berubah menjadi teks bahasa arab.
Sumber Klik Disini

Aplikasi Menulis Arab



Saat ini belajar menulis arab tidak harus belajar langsung ke guru pengajar, tetapi bisa belajar sendiri di rumah. Anda bisa mendownload aplikasi cara menulis arab melalui PC atau laptop Anda. Bagi Anda yang masih duduk di bangku sekolah, aplikasi ini sebagai penunjang untuk memperlancar menulis huruf arab. Bagi Anda yang tidak bersekolah lagi, aplikasi menulis arab ini sebagai pembelajaran yang modern mulai dari latihan penulisan per huruf sampai merangkai ayat. Sebelum mendownload aplikasi ini tentunya harus terkoneksi internet terlebih dahulu.
Sumber Klik Disini

Belajar Bahasa Arab dengan Aplikasi Kitab Durusul Lughah



 Bahasa arab adalah bagian dari islam. Tidak ada jalan lain bagi orang yang ingin memahami dan mendalami diin melainkan ia harus menguasai bahasa arab, karena bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah bahasa arab.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Dan juga bahasa Arab itu adalah bagian dari agama Islam, mempelajarinya adalah suatu kewajiban, karena memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah wajib dan keduanya tidak mungkin dipahami kecuali dengan bahasa Arab. Jika ada suatu kewajiban yang tidak sempurna dilaksanakan kecuali dengan disertai suatu hal, maka hal tersebut hukumnya menjadi wajib. Kemudian sebagian bahasa Arab itu ada yang termasuk ke dalam kategori fardhu ‘ain dan sebagian lainnya termasuk dalam kategori fardhu kifayah” (Iqtidhah Ash-Shirath Al-Mustaqiim: 207) (Keutamaan dan Kewajiban Mempelajari Bahasa Arab: 31)
Salah satu kitab dalam mempelajari bahasa arab adalah Durusul Lughoh Al-’Arabiyyah, kitab ini mudah untuk dipelajari dan telah memiliki buku panduan dan kunci jawaban agar bisa belajar secara mandiri. Namun perlu diingat bahwa dalam mempelajari bahasa arab haruslah melalui guru, karena guru akan menjelaskan ilmu-ilmu yang terkandung dalamkitab tersebut yang mana ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang sedikit ilmu mengenainya. Dan selain itu guru pun dapat memberikan penjelasan yang mudah dan menjadi tempat bagi kita untuk bertanya jika ada kesulitan dalam memahaminya. Adapun belajar melalui buku-buku hanya sebagai penunjang agar lebih cepat menguasai dan memperkaya kosa kata bahasa arab.
Sumber Klik Disini

Selasa, 05 Mei 2015

SASTRA SUFI

SASTRA SUFI

A.    Sejarah Sastra Sufi
Sastra Sufi muncul ke permukaan Khazanah kesusastraan Arab pada awal abad  ke-2 Hijriah dan berlanjut pada abad-abad sesudahnya. Adapun sefesifikasi sastra Sufi adalah memiliki kandungan spiritualitas yang tinggi, makna-makna kejiwaan yang dalam, kepatuhan kepada kehendak tuhan yang kuat, imajinasi dan syathohat yang jauh, pelik dan mengandung makna-makna yang pelik.
Sastra Sufi merupakan produk dua bangsa yang berbeda, yaitu : bangsa Semit yang diwakili oleh Sastra Sufi Arab dan Bangsa Aria yang diwakili oleh Sastra Sufi Persia. Diantara dua Bangsa tersebut terdapat perbedaan besar dalam hal Tasawuf, produk dan tempramen. Pada batasan-batasan tertentu, Bangsa Semit pada umumnya mereka orang-orang yang kuat dalam pengindaraan, tetapi lemah dalam hal imajinasi.
B.    Perkembangan Sastra Sufi
Dalam kitab Dhuhrul Islam (1975), Ahmad Amin membagi sejarah perkembangan Sastra Sufi kedalam tiga Fase,..
Fase Pertama ; mulai munculnya Islam sampai pertengahan abad kedua Hijriah. Adapun produk sastra yang dihasilkan adalah berupa kata-kata hikmah (kata-kata bijak), nasihat-nasihat agama dan ahlak yang mendorong orang untuk melakukan keutamaan-keutamaan dan menyeru kepada penyerahan utuh terhadap hokum-hukum Allah dan ketentuan-ketentuan-Nya, hidup Zuhud, sederhana, banyak beribadah dan Waro’ , yang pada umumnya menggambarkan kepada kita tentang kesederhanaan dan kebimbangan akidah masa ini. Genre Sastra Sufi pada fase ini masih didominasi oleh Prosa.
Fase Kedua ; mulai pertengahan abad kedua sampai abad keempat Hijriah. Fenomena-fenomena yang Nampak dalam fase ini adalah, timbulnya paduan dan pengaruh-pengaruh pemikiran antara bangsa Arab dan bangsa selain Arab. Munculnya cakrawala pemikiran teologis. Mulai mapannya aqidah-aqidah (Ideologi) dalam jiwa atas pengaruh pertumbuhan Ilmu Kalam dan timbulnya unsur baru dalam filsafat.
Fase Ketiga ; berlangsung sampai akhir  abad ketujuh dan pertengahan abad kedelapan Hijriah. Fase ini merupakan Fase keemasan Sastra Sufi, karena pada masa ini kaya akan Puisi-puisi yang terkadang maknanya penuh dengan misteri, dan juga kaya akan Falsafahnya termasuk Falsafah ketuhannya. Maknanya sangat tinggi serta keindah imajinasinya sangat tinggi yang dapat membawa anda mengarungi dunia yang semuanya indah.
C.    Genre Sastra Sufi
Seperti halnya sastra Materialis ( Sastra Non Sufi), sastra Sufi terbagi kepada Prosa dan Puisi, dengan Genre meliputi: kata-kata hikmah, kisah-kisah, do’a-do’a dan nasihat-nasihat. Sastra Sufi sangat memperhatikan tema-tema khusus, yang didalamnya banyak membicarakan masalah-masalah seperti, Cinta, Munajat, Waro’ Takwa.
    Puisi Sufi telah mengalami perkembangan sebagaimana halnya Prosa. Puncak Perpuisian dalam sastra sufi adalah pada Ibnu Arabi dan Ibnu Farid dalam puisi Arab, dan pada Jalaluddin Ar-Rumi dalam puisi Persia. Mereka juga memiliki jenis karya sastra dalam bentuk surat-surat antar para tokoh besar mereka. Kemudian mereka juga memiliki karya sastra dalam bentuk ungkapan-ungkapan pelik, yang memerlukan penafsiran tan pentakwilan yang sekarang disebut dengan Sastra Simbolik.






Senin, 04 Mei 2015

ARABINDO: Media Belajar Bahasa Arab Tingkat Lanjut


Media belajar Bahasa Arab untuk tingkat lanjutan,,, ARABINDO, mulai percakapan, seramah dan pidato, latihan, qowaid,Program "Arabindo" dirancang sebagai program belajar mandiri yang mudah dipelajari oleh orang yang paling awam dalam Bahasa Arab sekalipun. Syaratnya hanya satu, anda harus MAHIR dan GEMAR membaca al-Quran. Dengan modal tersebut, sangat besar peluang anda untuk bisa berbahasa Arab, yang merupakan Bahasa al-Quran al-Karim, Bahasa al-Hadits asy-Syarif dan Bahasa Persatuan Ummat Islam sedunia Sumber klik disini

Selasa, 28 April 2015

Model – Model Pembelajaran Bahasa Arab Sesuai Dengan Aspek Keterampilan Bahasanya

Model – Model Pembelajaran Bahasa Arab Sesuai Dengan Aspek Keterampilan Bahasanya. Keterampilan Menyimak/istima’: 1. Asror mutasalsilah أسرار متسلسلة : guru membagi siswa menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok terdiri 6-7 orang siswa, guru membisikkan kosa kata atau kalimat yang diperlihatkan kepada siswa yang paling depan pada masing-masing kelompok untuk selanjutnya dibisikkan pada siswa dibelakangnya demikian sampai akhir. Kelompok yang tercepat dan benar maka dialah yang menang. Dalam hal ini siswa belajar kecepatan dalam menangkap informasi ; tepat dan akurat. Sbg contoh : سورة طويلة , صورة طويلة . أكمل كامل كلامه فاستكمل . لم يكتمل كلام كامل . كمل كلامك يا كامل !!! 2. Siapa yang bicara (manil mutahaddits) من المتحدث؟ . Guru memperdengarkan sebuah percakapan yang sederhana, kemudian siswa menebak siapa yang bicara. Missal; suara antara siswa dan guru, dokter dan pasien, pedagang dan pembeli. رجل 1 : ماذا أحسست في بطنك؟ رجل 2 :أحسست ألما شديدا . رجل 1: تناول هذا الدواء . شكرا . Permainan bahasa untuk keterampilan bicara (kalam). (ta’bir syafawi). 1. Apa yang saya lakukan ماذا أفعل ؟)); guru memperagakan gerakan dari suatu kegiatan tertentu kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk menebak tentang pekerjaan tersebut , seperti ; gerakan sedang makan di dapur, guru meletakkan pena di atas meja dll هو يأكل في المطعم , المدرس يكتب على السبورة , التلميذ يقرأ الدرس 2. Kotak barang (shunduq al – asyya’). Guru memasukkan berbagai benda yang sebelumnya satu persatu pada siswa ke dalam sebuah kotak, setelah itu bertanya pada mereka benda apa yang sedang di pegang, jika siswa menebak dengan benar maka benda tadi dikeluarkan dst. Contoh: ساعة اليد , الختم , المحمول , بطاقة شخصية , المشط , القلم , الممسحة 3. Deskripsi gambar (shif ash-shuroh) صف الصورة . Guru memperlihatkan beberapa gambar orang terkenal kepada siswa, kemudian meminta satu orang siswa mengomentari satu gambar , demikian hingga akhir. Contoh gambar sby:…. هو خبير في السياسة , كان رئيسا لجمهورية اندونيسيا لمرحلتين , هو دكتور في اقتصادية زراعية 4. Sepuluh pertanyaan untuk satu jawaban (‘asyru sualan liijabatin wahidah). Siswa menebak sebuah profesi yg dipilih siswa . untuk menuju jawaban yg benar siswa lain harus mengajukan sepuluh pertanyaan yang dimulai dengan kata Tanya hal…..dan dijawab naam atau laa. Sebagai contoh:……………. هل تذهب الى مكتب ؟ هل تكتب رسالة كل يوم؟\ هل تعمل داخل الغرفة؟ Permainan bahasa untuk keterampilan membaca (qiroah). 1. Ikhtabir ma’lumaatik!. Guru member beberapa soal teka teki dalam bentuk tertulis dengan bentuk yang lucu dan kritis kemudian siswa menjawabnya. Atau untuk lebih simple , guru menulis sepuluh pertanyaan dan jawabannya ada pada 10 kartu yang lainnya, siswa bisa dibuat menjadi beberapa kelompok (bekerja sama). 2. Al-auroq al mumazzaqoh. Guru memilih cerita cerita pendek dari buku, majalah Koran dll. Kemudian dipotong potong menjadi beberapa bagian, selanjutnya guru menceritakan cerita tersebut , setelah selesai siswa disuruh mengurutkan sesuai dengan cerita yang telah dibacakan dst. 3. Antonym (dhiddhul kalimat). Guru menunjukkan kata yang ditulis dikartu kemudian siswa menyebutkan lawan kata tsb. Atau siswa disuruh mengambil kartu secara acak, dan siswa yang mendapat kartu langsung menyebutkan lawan katanya, jika siswa tdk dapat menjawab, dapat hukuman (edukatif). 4. Takhrij al kalimat al ghoriibah. Guru memperlihatkan secara cepat beberapa jenis atau kelompok kata ,,, salah satu nya asing,,,,,,,,siswa disuruh menentukan kata asing tersebut. Keterampilan menulis (kitabah). (ta’bir tahriri) 1. Al kalimat al mutaqothi’ah. Guru menyiapkan beberapa pertanyaan dalam bentuk teka teki silang dan siswa diminta menjawab tts tsb. 2. Melengkapi huruf atau kata yang kurang/hilang. Guru menyuruh siswa menuliskan satu huruf atau kata yang hilang pada kata atau kalimat tertentu yang dibantu dengan gambar yang menunjukkan kata dari jawaban termaksud. 3. Mengurutkan kalimat (tartibul kalimat). Guru membuat beberapa kata atau kalimat secara tidak beruuratan dan siswa diminta untuk mengurutkannya dengan benar. علي , السوق , ذهب , الى , العنب , ليشتري 4. Bisa juga setelah liburan ,,,masing masing siswa menulis pengalamannya selama liburan dlaam bahasa arab. Sumber Diambil dari Materi PLPG Bahasa Arab Angkatan VI 2014

Minggu, 26 April 2015

MAKALAH TELAAH KURIKULUM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DI MTS

MAKALAH
TELAAH KURIKULUM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DI MTS

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
    Aqidah Akhlaq merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran dasar yang terdapat dalam agama Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits. Untuk kepentingan pembelajaran, dikembangkan materi Aqidah dan Akhlaq pada tingkat yang lebih rinci sesuai tingkat dan jenjang pendidikan.
    Aqidah Akhlaq merupakan salah satu rumpun mata pelajaran pembelajaran agama di madrasah (Al-Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Syari’ah/Fiqih Ibadah Muamalah dan Sejarah Kebudayaan Islam) yang secara integratif menjadi sumber nilai dan landasan moral spiritual yang kokoh dalam pengembangan keilmuan dan kajian keislaman,
    Sebagai sebuah mata pelajaran, Aqidah Akhlaq juga mempunyai beberapa pokok bahasan yang akan diajarkan kepada peserta didik selama jenjang pendidikannya yang bertujuan tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang Aqidah dan Akhlaq dalam ajaran Islam, melainkan juga yang terpenting adalah bagaimana peserta didik dapat mengamalkan Aqidah dan Akhlaq itu dalam kehidupan sehari-hari.

B.     Pengertian Pembelajaran Aqidah Akhlaq
    Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Sedangkan Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai subhat (keragu-raguan). Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa aqidah adalah sesuatu yang mengharapkan hati membenarkannya, yang membuat jiwa tenang tentram kepadanya dan yang menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.
    Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat dirumuskan bahwa aqidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam yang wajib dipegangi oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.
    Pembelajaran Aqidah Akhlaq adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengimani Allah SWT, dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman, keteladanan dan pembiasaan. Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dalam bidang keagamaan, pembelajaran itu juga diarahkan pada peneguhan aqidah di satu sisi dan peningkatan toleransi serta saling menghormati dengan penganut agama lain dalam rangka mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa.
C.    Rumusan Masalah
    Dari uraian di atas banyak hal yang harus di ketahui, oleh karena itu kami memberikan rumusan masalah yaitu sebagai berikut;
1.      Apa itu pembelajaran akidah ahlak ?
2.     Apa saja ruang lingkup pembelajaran akidah ahlak?
3.      Apa Tujuan pembelajaran akidah ahlak?
4.      Sistematika dan metode apa yang digunakan dalam pembelajaran akidah ahlak ?
5.      Bagaimana evaluasi belajar yang dilakukan ?
6.      Bagaimana Menganalisis dan merevisi materi serta konsep kurikilum pembelajaran
    akidah ahlak ?
D.     Tujuan Penulisan
    Tujuan penulisan makalah ini tiada lain untuk mengetahui pembalajaran akidah ahlak yang telah disebutkan dalam rumusan masalah diatas antara lain;
1.        Meamahami apa itu pembelajaran akidah ahlak
2.        Mengetahui ruang lingkup pembelajaran akidah ahlak
3.         Mengetahui fungsi dan tujuan pembelajaran akidah ahlak
4.        Mengetahui metode yang digunakan dalam menerapkan pembelajaran akidah ahlak
5.       Mengetahui tatacara  dalam mengevaluasi belajar akidah ahklak
6.         Dapat Menganalisis dan merevisi materi serta konsep kurikilum pembelajaran
    akidah ahlak ?





PEMBAHASAN


A.    Pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs
Pengertian pendidikan agama islam secara formal dalam kurikulum berbasis kompetensi adalah upaya dasar terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan agama islam dari sumber utamanya kitab suci alquran dan hadist, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengamalan. Agar siswa dalam aktivitas kehidupannya tidak lepas dari pengamalan agama, berakhlak mulia dan berkepribadian utama, berwatak sesuai agama islam. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa pendidikan agama islam yang diselenggarakan pada semua jalur jenjang dan jenis pendidikan menekankan bukan hanya pada pengetahuan terhadap islam, tetapi juga terutama pada pelaksanaan dan pengamalan agama peserta didik dalam seluruh kehidupannya.
Menurut Prof.Dr.Zakiah Drajat PAI adalah, usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life) yang dilaksanakan berdasarkan ajaran islam.
Bangsa Indonesia telah berketetapan bahwa melalui proses pendidikan itulah setiap warga negara Indonesia dibina dan ditingkatkan keimanan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, pendidikan agama Islam disekolah merupakan proses dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang utuh jasmani dan rohani yang sesuai dengan tujuan umum pendidikan nasional.
Oleh karena itu, bias kita pahami bahwa pendidikan agama Islam disamping fungsinya sebagai fungsi pendidikan, juga berfungsi sebagai fungsi Agama. Artinya, untuk mengetahui ajaran agama Islam tidak lain melalui tahapan proses pendidikan yang pada akhirnya konsep manusia iman, takwa, dan akhlak mulia akan tercapai.

B.    Ruang Lingkup Pembelajaran Aqidah Akhlaq
    Cakupan kurikulum Pembelajaran Aqidah Akhlaq di Madrasah Tsanawiyah meliputi:
1.       Aspek aqidah terdiri atas keimanan kepada sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz Allah,     keimanan     kepada kitab Allah, Rasul Allah, sifat-sifat dan Mu’jizat-Nya dan Hari     Akhir.
2.        Aspek akhlaq terpuji yang terdiri atas khauf, taubat, tawadlu, ikhlas, bertauhid, inovatif,     kreatif, percaya diri, tekad yang kuat, ta’aruf, ta’awun, tafahum, tasamuh, jujur, adil,     amanah, menepati janji dan bermusyawarah. kreatif, produktif, dan pergaulan remaja.
3.       Aspek akhlaq tercela meliputi kufur, syirik, munafik, namimah dan ghibah. riya, nifaaq,     anaaniah, putus asa, ghadlab, tamak, takabbur, hasad, dendam, giibah, fitnah, dan     namiimah.

C.    Tujuan Mata pelajaran Aqidah Akhlaq di MTs
    Akidah-Akhlak di Madrasah Tsanawiyah adalah salah satu mata pelajaran PAI yang merupakan peningkatan dari akidah dan akhlak yang telah dipelajari oleh peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar.
    Secara substansial mata pelajaran Akidah-Akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan untuk melakukan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Al-akhlak al-karimah ini sangat penting untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu, bermasyarakat dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari era globalisasi dan krisis multidimensional yang melanda bangsa dan Negara Indonesia.
    Mata pelajaran Aqidah Akhlaq bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengamalan peserta didik tentang Aqidah dan Akhlaq Islam, sehingga menjadi manusia muslim yan terus berkembang dan meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, serta mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pembelajaran yang lebih tinggi.

D.    Sistematika Materi Aqidah Akhlaq
    Kompetensi mata pelajaran Aqidah Akhlaq berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selama menempuh pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah. Kompetensi ini berorientasi pada perilaku afektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka memperkuat aqidah serta meningkatkan kualitas akhlaq sesuai dengan ajaran Islam. Kompetensi mata pelajaran Aqidah Akhlaq di Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut:
1.        Meyakini sifat-sifat wajib dan mustahil Allah yang nafsiyah dan salbiyah, berakhlak terpuji     kepada Allah dan menghindari akhlak tercela kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2.     Meyakini dan mengamalkan sifat-sifat wajib dan mustahil Allah yang Ma’ani/Ma’nawiyah     serta sifat Jaiz bagi Allah, berakhlak terpuji kepada diri sendiri, menghindari akhlak tercela     kepada diri sendiri. Serta meneladani perilaku kehidupan Rasul/Sahabat/Ulama dalam     kehidupan sehari-hari.
3.      Meyakini kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul serta     mempedomani dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
4.        Meyakini Nabi dan Rasul Allah beserta sifat-sifat dan Mu’jizat-Nya dan meneladani
    akhlaq Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari
5.        Meyakini adanya hari akhir dan alam ghoib dalam kehidupan sehari-hari, berakhlak
    terpuji dan menghindari akhlak tercela terhadap lingkungan sosial/sesama manusia dalam
    masyarakat.
6.        Berakhlak terpuji terhadap flora dan fauna serta menghindari akhlak tercela terhadap flora       dan fauna serta meneladani akhlak para Rasul/Sahabat atau ulul Amri dalam kehidupan     sehari-hari.
    Untuk media Pembelajaran Akan lebih baik jika ditambah dengan buku reverensi atau kitab penunjang lainnya, misalnya buku-buku yang berakitan dengan pelajaran akhlak , sehingga guru tidak hanya terpaku dengan materi yang ada pada buku itu-itu saja. Dan siswa akan lebih berkembang dengan membanding dan menyocokkan materi tersebut.

E.    Metode Pembelajaran
    Dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah digunakan beberapa metode pembelajaran yang dalam penggunaan metodenya telah disesuaikan dengan kemampuan dasar, tujuan yang hendak dicapai serta materi/ pokok bahasan yang hendak disampaikan. Selain metode tanya jawab yang sering digunakan dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq di Madrasah Tsanawiyah juga dapat menggunakan metode sebagai berikut:
1.        Metode Ceramah
    Metode ceramah sangat lazim digunakan dalam proses belajar mengajar. Jadi dapt     dikatakan bahwa metode ceramah adalah metode yang sangat pertama sekali, dan guru     lebih sering menggunakan metode ini. Metode ceramah digunakan oleh guru mulai awal     pertemuan sampai dengan akhir pertemuan (mulai awal kegiatan inti sampai jam pelajaran     habis).
2.        Metode Diskusi
    Metode diskusi ini dilaksanakan pada materi-materi tertentu saja, yang dianggap     manarik untuk dibahas. Itu pun sifatnya tidak rutin minimal dua kali dalam satu bulan.     Karena metode ini hampir mendekati fungsi dan manfaatnya dengan metode tanya     jawab.
3.        Metode Pemberian Tugas
    Dalam memberikan tugas ini ada yang langsung dikerjakan di sekolah seperti menjawab     soal-soal latihan yang ada dibuku, membuat rangkuman dan sebagainya, dan langsung     diselesaikan pada waktu pelajaran tersebut. dan ada juga pemberian tugas untuk     dikerjakan dirumah oleh siswa.

F.    Evaluasi (Penilaian)
Untuk mengetahui kompetensi peserta didik sebagai hasil pembelajaran Aqidah Akhlaq, perlu dilakukan penilaian dengan rambu-rambu sebagai berikut:
1.    Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian kemajuan belajar dan penilaian hasil belajar     peserta didik yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan perilaku mereka.
2.    Penilaian kemajuan belajar merupakan pengumpulan informasi tentang kemajuan     belajar     peserta didik. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemmpuan     dasar yang     dicapai peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam kurun     waktu,     unit satuan, atau jenjang tertentu.
3.    Penilaian hasil belajar Aqidah Akhlaq adalah upaya pengumpulan informasi untuk     menntukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap suatu kompetensi meliputi :     pengetahuan, sikap dan nilai. Penilaian hasil belajar ini dilakukan sepenuhnya oleh     Madrasah yang bersangkutan. Hasil penilaian dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam     memasuki pembelajaran jenjang berikutnya.
4.    Penilaian hasil belajar Aqidah Akhlaq secara nasional dilakukan dengan mengacu kepada     kompetensi dasar, hasil belajar, materi standar dan indikator yang telah ditetapkan di     dalam Kurikulum Nasional. Penilaian tingkat nasional berfungsi untuk memperoleh     informasi dan data tentang mutu hasil penyelenggaraan mata pelajaran Aqidah Akhlaq.
5.    Teknik dan instrumen penilaian yang digunakan adalah yang dapat mengukur dengan tepat     kemampuan dan usaha belajar peserta didik.
6.    Penilaian dilakuakan melalui tes dan non tes.
7.    Pengukuran terhadap ranag afektif dapat dilakukan dengan menggunakan cara non tes,     seperti skala penilaian, observasi dan wawancara.
8.    Penilaian terhadap ranah psikomotorik dengan tes perbuatan dengan menggunakan     lembar pengamatan atau instrumen lainnya.
    Secara umum penilaian dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq dapat dilihat pada buku Pedoman Khusus Aqidah dan Akhlaq.

G.    Alokasi Waktu
    Berdasarkan kompetensi inti disusun alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, angka jimlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan serta jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
    Dalam hal ini Mata pelajaran Akidah Ahklaq pada tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar bidang studi Aqidah Akhlak telah sesuai dengan pedoman kurikulum Aqidah Akhlak di MTs, alokasi waktu pembelajaran Aqidah Akhlak adalah 2 jam pertemuan (2 x 40 menit) dalam 1 minggu dan telah terjadwal dengan baik sesuai dengan kurikulum, silabus dan perencanaan.

H.    Analisis Materi Pembelajaran
    Setiap materi yang diajarkan pada anak mengandung nilai-nilai yang terkait dengan perilaku kehidupan sehari-hari, misalnya dalam mengajarkan tanda-tanda orang beriman kepada Allah, malaikat dan rasul-Nya, selain keharusan menyampaikan ciri-cirinya juga menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu keadilan, kejujuran, kedisiplinan dan lain-lain. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkam kepada anak didik baik melalui ucapan guru maupun dari perilaku guru yang menjadi cerminan/teladan siswa.
    Selain aspek pengetahuan (kognitif), pembelajaran Aqidah Akhlak juga diarahkan pada aspek fungsional (aspek sikap), sehingga kelak seorang muslim mampu bersikap sebagai seorang muslim yang mempunyai akhlak mulia. Untuk itu diperlukan keteladanan dari guru dan seluruh komponen madrasah yang lainnya. Karen sesuai dengan yang terkandung dalam panduan Standar Kompetensi kurikulum 2004 Madrasah Tsanawiyah disebutkan ada 3 keterpaduan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, yaitu:
a.    Keterpaduan Pembinaan, yakni menekankan keterpaduan antara tiga lingkungan yaitu:
    lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat.
b.    Keterpaduan isi dan kompetensi, yakni menekankan keterpaduan keterkaitan aqidah dan     akhlak dan keteladanan. Pencapaian kompetensi pada setiap level/kelas dirancang dapat     mengaitkan antara kedua unsur yaitu: (1) Pendidikan aqidah dan akhlak, dan (2) Unsur     keteladanan dan keterpaduan aspek pengetahuan, sikap dan pengalaman.
c.    Keterpaduan lintas kurikulum, yaitu menekankan keterpaduan tanggung jawab lembaga,     kepala madrasah dan guru mata pelajaran lain dalam pembinaan keimanan dan ketaqwaan     peserta didik.
    Pembelajaran Aqidah Akhlak akan lebih mengena apabila siswa dihadapkan pada sebuah realita atau pengalaman sehari-hari, baik di dalam ataupun di luar kelas, sehingga materi yang disampaikan itu lebih bermakna dan lebih mengena bagi siswa, dengan kata lain siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, misal melalui penugasan terhadap siswa tentang pengalamannya di rumah ataupun di lingkungan sekitarnya dan menyampaikan pengalaman tersebut di sekolah. Sehingga terjadi pertukaran informasi atau pengalaman, baik antara siswa dengan siswa atau antara siswa dengan guru.

I.    Revisi terhadap Konsep Kurikulum Akidah Ahklak di MTs
    Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar bidang studi Aqidah Akhlak telah sesuai dengan pedoman kurikulum Aqidah Akhlak di MTs, dan alokasi waktu pembelajaran Aqidah Akhlak adalah 2 jam pertemuan (2 x 40 menit) dan telah terjadwal dengan baik sesuai dengan kurikulum, silabus dan perencanaan.
    Yang perlu menjadi catatan adalah bagaimana guru Pada waktu pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di dalam kelas dapat  melakukan langkah-langkah dalam memberikan materi pengajaran Aqidah Akhlak di MTs dengan bincang-bincang sebagai pendahuluan, selanjutnya masuk ke materi pembahasan dan diakhiri dengan penutup bisa dilakukan tutup langsung, bisa juga dengan tanya jawab atau evaluasi, tergantung situasi dan kondisi serta materinya.
    Sementara buku pokok yang diajarkan kepada siswa bidang studi Aqidah Akhlak yang digunakan adalah merujuk pada buku Aqidah Akhlak yang dipakai Madrasah Tsanawiyah Negeri dari Kementrian Agama RI yaitu:
a.    Karangan E. Ibrahim terbitan Tiga Serangkai cetakkan tahun 2008 KTSP
b.    Karangan A. Darsono terbitan Tiga Serangkai cetakkan tahun 2008
c.    Buku LKS karangan Tim Departemen Agama RI terbitan Putra Nugraha tahun 2008/2009 dan 2009/2010”.
    Dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs menurut hemat penulis bahwa metode pembelajaran dalam penggunaannya telah disesuaikan dengan kemampuan dasar, tujuan yang hendak dicapai serta materi/ pokok bahasan yang hendak disampaikan.
    Dalam penyampaian materi pelajaran di kelas setiap guru diberi kebebasan menggunakan metode pengajaran sesuai dengan psikis dan kebutuhan siswa dalam belajar, tetapi secara umum metode ceramah masih sangat relevan untuk digunakan setiap guru, bahkan metode ini merupakan metode yang paling utama dalam upaya peningkatan mutu interaktif - edukatif dalam proses belajar mengajar.
    Kemampuan seorang guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan bagian dari tercapainya suatu pembelajaran pada  mata pelajaran atau bidang studi dan juga mempengaruhi pemahaman dan pendidikan siswa. Serta konsep kurikulum pada mata pelajaran Akidah ahklaq menurut kami cukup dengan menambahkan referensi-referensi yang terkait dengan Mata pelajaran Akidah Ahklaq guna menambah wawasan peserta didik akan pengetahuan tentang Akidah Ahklaq.

KESIMPULAN
    Sebagai sebuah mata pelajaran, Aqidah Akhlaq juga mempunyai beberapa pokok bahasan yang akan diajarkan kepada peserta didik selama jenjang pendidikannya yang bertujuan tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang Aqidah dan Akhlaq dalam ajaran Islam, melainkan juga yang terpenting adalah bagaimana peserta didik dapat mengamalkan Aqidah dan Akhlaq itu dalam kehidupan sehari-hari.
    Pembelajaran Aqidah Akhlak akan lebih mengena apabila siswa dihadapkan pada sebuah realita atau pengalaman sehari-hari, baik di dalam ataupun di luar kelas, sehingga materi yang disampaikan itu lebih bermakna dan lebih mengena bagi siswa, dengan kata lain siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, misal melalui penugasan terhadap siswa tentang pengalamannya di rumah ataupun di lingkungan sekitarnya dan menyampaikan pengalaman tersebut di sekolah. Sehingga terjadi pertukaran informasi atau pengalaman, baik antara siswa dengan siswa atau antara siswa dengan guru.
    Secara formal dalam kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran Akidah Ahklak adalah upaya dasar yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan agama islam dari sumber utamanya kitab suci alquran dan hadist, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengamalan. Agar siswa dalam aktivitas kehidupannya tidak lepas dari pengamalan agama, berakhlak mulia dan berkepribadian utama, berwatak sesuai agama islam.

Contoh Pidato Bahasa Arab


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ سُرُوْرُ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, أَشْهَدُ أَنْ لَآإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
أَيُّهَا الحُكَّامُ الكِرَامُ !
أَيُّهَا الإِخْوَانُ الأَعِزَّاءُ !
أَوَّلاً، نَشْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ الَّذِيْ قَدْ أَعْطَاناَ نِعَمًا كَثِيْرَةً، وَبِهَا نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَحْتَفِلَ فِيْ هذَاالمكَانِ المبَارَكِ. ثَانِيًا، صَلاَةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ عَلى حَبِيْبِنَا المصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، سَيِّدُ الخَلْقِ وَ الخُلُقِ.
الآنَ فِيْ هذِهِ الفُرْصَةِ الطَيِّبَةِ أُرِيْدُ أَنْ أُلْقِيَ الخُطْبَةَ اَمَامَ المُسْتَمِعِيْنَ تَحْتَ المَوْضُوْعِ:
" الإِخْتِلاَفَاتُ فِيْ هذَا البَلَدِ هِيَ رَحْمَةٌ "
قَالَ اللهُ تَعَالى فِيْ كِتَابِهِ العَظِيْمِ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (الحجرات: 13)
                      
خَلَقَ اللهُ تَعَالى النَّاسَ شُعُوْبًا وَ قَبَائِلَ مُخْتَلِفَةً لِيَتَعَارَفَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا. بِهذَا الإِخْتِلَافِ كُنَّا نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَتَمَتَّعَ بِجَمَالِ وَعَجَائِبِ مَخْلُوْقَاتِ اللهِ فِيْ هذِهِ الدُّنْيَا كَمَا نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَتَدَبَّرَ وَ نَتَفَكَّرَ جَمَالَ هذِهِ الحَيَاةِ. لَوْ كَانَ كُلُّ إِنْسَانٍ مَثَلاً أَسْوَدَ اللَّوْنِ، لَوْ كَانَ كُلُّ إِنْسَانٍ مَثَلاً يَتَكَلَّمُ بِلُغًةٍ وَاحِدَةٍ، لَوْ كَانَ النَّاسُ كُلُّهُمْ يَشْتَغِلُوْنَ فِيْ كَسْبٍ وَاحِدٍ، مَا أَقْبَحَ هذِهِ الحَيَاةَ الَّتِيْ يَحْيَاهَا الإِنْسَانُ، فَتَكُوْنَ لَا قِيْمَةَ لَهَا وَ لَاتَجْدِى نَفْعًا بَلْ تَكُوْنُ هذِهِ الحَيَاةُ قَانِطَةً.
أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ الكِرَامُ!
إِذَا نَظَرْنَا إِلى التَّارِيْخِ، عِنْدَمَا أَصْبَحَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَئِيْسَ الدَّوْلَةِ ،إِنَّهُ يَحْتَرِمُ إِخْتِلَافَ أُمَّتِهِ. وَ قَدْ قَادَ الرَّسُوْلُ النَّاسَ بِحِكْمَةٍ، حَتَّى تَشْعُرَ كُلُّ قَوْمٍ مَرِيْحَةً مَعَهُ، وَ كَانَتْ هُنَاكَ مِنَ الأَدْيَانِ وَالقَبَائِلِ المخْتَلِفَةِ. لِأَنَّ فِيْ المدِيْنَةِ لَيْسَ الإِسْلاَمُ فَقَطُّ ، وَلكِنْ كَانَتْ هُنَاكَ مِنَ النَّصَارَى وَاليَهُوْدِيِّ أَيْضًا.
اِخْوَانِي الاَحِبَّاءُ !
الآنَ نَنْظُرُ فِيْ بَلَدِناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا المحْبُوْبِ. فِيْ هذَا البَلَدِ تَعِيْشُ قَوْمٌ مِنْ شُعُوْبٍ وَقَبَائِلَ وَ أَدْيَانٍ مُتَنَوِّعَةٍ. أَلَيْسَ كَذَالِكَ؟ هُنَا كَانَتْ قَبِيْلَةُ جَاوَى، وَقَبِيْلَةُ مَادُوْرَا، وَقَبِيْلَةُ سَاسَاكْ وَ غَيْرُ ذلِكَ. هُنَا تَعِيْشُ أَدْيَانٌ مُخْتَلِفَةٌ أَيْضًا، مِنْهَا الإِسْلَامُ، وَ النَّصَارَى. وَاخْتِلاَفَاتٌ كَثِيْرَةٌ فِيْ مَسْأَلَةٍ أُخْرَى.
وَلكِنْ مَا حَدَثَ هُنَا؟
تِلْكَ الإِخْتِلَافُ تَكُوْنُ عَدَاوَةً بَيْنَنَا. كَثِيْرٌ مِنَ العَدَاوَةِ تُوْلَدُ بِسَبَبِ الاِخْتِلَافِ فِيْ الدِّيْنِ وَالقَبَائِلِ. مَثَلًا، فِيْ أَمْبُوْنْ وَفِيْ سَامْفِيْتْ وَأَمَاكِنَ كَثِيْرَةٍ أُخْرَى.
أَيُّهَا المُسْتَمِعُوْنَ !
لِمَاذَا يَحْدُثُ ذلِكَ؟ لَيْسَ سِوَى لِقِلَّةِ فَهْمِهِمْ عَلى شَرِيْعَةِ الإِسْلَامِ. لِأَنَّ الإِسْلَامَ يَنْظُرُ الإِخْتِلَافَ هُوَ نِعْمَةٌ وَ بَرَكَةٌ، كَمَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "اِخْتِلَافُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ" رَوَاهُ البَيْهَقِى
فَلِذلِكَ، نَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَتْبَعَ مَا عَمِلَ وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. حَتَّى إِذَا نَجِدُ اخْتِلَافًا فِيْ بَلَدِنَا نَجْعَلُهُ عَدَاوَةً، بَلْ عَكْسُهُ نَجْعَلُهُ نِعْمَةٌ وَرَحْمَةٌ بَيْنَنَا.
كَفَيْتُ كَلاَمِيْ فِيْ هذِهِ الفُرْصَةِ  وَاِذَا وَجَدْتُمْ مِنِّيْ خَطَيَاتٍ أَطْلُبُ العَفْوَ مِنْكُمْ وَاِلَى اللِّقَاءِ فِى وَقْتٍ أُخْرَى
شُكْرًا عَلَى حُسْنِ اهْتِمَامِكُمْ. وَاللهُ الموَافِقُ إِلى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sabtu, 25 April 2015

Ebook Islami Gratis : Kumpulan Bahtsul Masail, Kitab-Kitab Klasik Terjemah dan Risalah-Risalah Diniyyah



Banyaknya kebutuhan dalam proses belajar mengajar, tentunya semakin memacu para intelektual kita dalam menciptakan aplikasi-aplikasi yang mempermudahkan kita dalam melaksanakan proses  belajar mengajar
tentunya dunia maya (Internet) dan sudah menjadi kebutuhan kita dalam mencapai hasil pembelajaran.
muncullah E-book-Ebook Gratis yang dapat kita download dengan gratis juga,
dalam Blog ini saya hanya mengarahkan linknya saja bagi pembaca yang ingin mendapatkan E-book-E-book gratis tersebut

Sumber Klik Disini

Jumat, 24 April 2015

Kamus Bahasa Arab Indonesia Untuk PC



Dengan perkembangan teknologi kini kamus tidak lagi berbentuk buku namun dengan aplikasi. Sekarang saya akan berbagi informasi buat sobat yang ingin translate bahasa arab ke bahasa Indonesia yakni dengan Kamus Bahasa Arab Indonesia Untuk PC.

Kamus Bahasa Arab Indonesia ini dapat di download dan diinstal pada pc atau laptop. penggunaannya cukup mudah dan simple. Namun alangkah baiknya kita menggunakan aplikasi kamus ini sekedar sebagai penyeimbang dan sobat bisa tetap memakai kamus yang berbentuk buku.


Sumber Klik Disini...